Minggu, 28 September 2014

DESAIN COMPACT HEAT EXCHANGER TIPE FIN AND TUBE SEBAGAI ALAT PENDINGIN MOTOR PADA BOILER FEED PUMP, STUDI KASUS PLTU PAITON, PJB

resume digilib ITS

DESIGN COMPACT HEAT EXCHANGER FIN AND TUBE AS MOTOR COOLER ON THE BOILER FEED PUMP, CASE STUDE PAITON STEAM POWER PLANT, PJB

Created by :
APRILIASARI, LUKI  ( 2109100073 )



SubjectTermodinamika
Alt. Subject Heat exchangers
KeywordCompact
Heat exchanger
Fin and tube

Description:
Motor listrik penggerak boiler feed pump harus bekerja secara kontinyu, dan hanya boleh mati pada saat dilakukan maintenance, apabila tidak diberikan pendinginan maka akan terjadi overheating dan menyebabkan kerusakan pada motor. Hal ini sering terjadi di PLTU, salah satunya di PLTU Paiton, motor listrik hanya didinginkan dengan dialiri udara bebas. System ini memiliki keterbatasan yaitu kotoran yang terkandung di udara bisa menempel di dinding motor,justru menyebabkan panas dalam motor tidak keluar dengan maksimal. Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, maka diusulkan suatu metode pendinginan yaitu dengan mendesain heat exchanger tipe compact (fin and tube). Pada tugas akhir ini dilakukan analisa desain compact heat exchanger tipe fin and tube sebagai alat pendingin motor pada boiler feed pump. Data � data operasi diambil dari PJB PLTU Paiton. Permasalahannya adalah berapa besar panas motor listrik yang harus didinginkan. Maka dilakukan perhitungan untuk mengetahui panas dari motor listrik. Kemudian dilakukan analisa desain heat exchanger yang tepat. Perhitungan desain heat exchanger dengan metode ∆TLMTD. Untuk mendapatkan dimensi desain yang sesuai dengan UALMTD,maka dilakukan beberapa perhitungan, yakni perhitungan koefisien perpindahan panas konveksi fluida dingin dan fluida panas, perhitungan luasan perpindahan panas sisi dingin dan panas, kemudian didapatkan nilai UA.setelah mendapat dimensi yang sesuai dengan panas yang akan didinginkan, maka dilakukan analisa performansi yaitu nilai effectiveness terhadap perubahan beban.Hasil yang didapatkan dari penyelesaian tugas akhir ini adalah dimensi compact heat exchanger yang memiliki spesifikasi sesuai surface 7.75-5/8T dari kays and London dengan panjang fin 1 meter, lebar fin 0.3 m, dan panjang tube 1 meter.Berdasarkan spesifikasi tersebut didapatkan nilai UAdesain sama dengan nilai UALMTD. Hasil analisa performansi (effectiveness) terhadap variasi beban yaitu semakin tinggi pembebanan maka nilai effectiveness juga semakin tinggi. Serta digambarkan instalasi sederhana dari sistem pendinginan motor BFP dengan menggunakan compact heat exchanger tipe fin and tube

RANCANG BANGUN RANSEL PENGHASIL LISTRIK DENGAN MEMANFAATKAN GERAK BERJALAN MANUSIA

resume digilib ITS

DESIGN OF ENERGY HARVESTING BACKPACK USING HUMAN MOTION OF WALKING

Created by :
PRADETAMA, ANANTA YUDHA  ( 2107100095 )



SubjectPembangkit listrik
Alt. Subject Energy harvesting
KeywordMekanisme pemanen energi getaran
Gerak berjalan manusia
Ransel
Energi
Energi ramah lingkungan

Description:
Energi yang paling krusial dalam kehidupan adalah energi listrik, karena energi listrik sudah menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat dunia khususnya masyarakat Indonesia. Hal tersebut juga menuntut para peneliti untuk mengembangkan sumber energi lain yang tidak hanya bergantung pada energi fosil semata serta ramah lingkungan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan getaran. Selama ini diketahui bahwa getaran merupakan salah satu sumber energi yang sebagian besar tidak termanfaatkan dan hilang begitu saja di sekitar kita. Berdasar pada kenyataan tersebut muncul gagasan untuk memanen energi dari getaran yang terjadi pada gerak berjalan manusia. Pada Tugas Akhir ini dilakukan perhitungan dan pembuatan prototype ransel yang dapat menghasilkan listrik memanfaatkan getaran yang terjadi dari gerak berjalan manusia.Langkah pertama adalah dengan mencari kebutuhan daya yang diperlukan untuk mengisi baterai handphone. Selanjutnya dilakukan perhitungan untuk mencari konstanta pegas beserta dimensi dari pegas yang akan digunakan. Setelah itu dilakukan perhitungan generator yang dapat mensuplai kebutuhan daya dan dilanjutkan dengan perancangan serta perhitungan dari planetary gearbox yang berfungsi untuk mempercepat putaran yang masuk ke dalam generator. Setelah didapatkan hasil dari perancangan, maka dilakukan pembuatan ransel penghasil listrik memanfaatkan gerak berjalan manusia tersebut. Dari tugas akhir ini didapatkan hasil berupa dimensi dari pegas beserta jumlahnya, jumlah lilitan dari generator serta dimensi dari planetary gearbox. Selain itu didapatkan pula bentuk nyata prototype dari ransel penghasil listrik memanfaatka gerak berjalan manusia yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengisian baterai handphone dan alat elektronik lainnya.

PEMODELAN DAN ANALISA GETARAN MESIN BENSIN DUA SILINDER 650 CC SEGARIS DENGAN SUDUT ENGKOL 180� UNTUK RUBBER MOUNT

resume digilib ITS

MODELING AND ANALYZING VIBRATION OF TWO CYLINDERS 650 CC INLINE GASOLINE ENGINE WITH 180� CRACK ANGLE FOR RUBBER MOUNT

Created by :
CHRISTIANTI, MELA AGUS ( 2109100036 )



SubjectGetaran
Alt. Subject Machinery--vibration Vibration
KeywordGetaran
Dinamika mekanisme
Mesin bensin
Gaya eksitasi
Motor pembakaran dalam
Rubber mount
Mesin bensin empat langkah

Description:
Getaran sangat banyak terjadi pada mesin-mesin atau peralatan yang bergerak. Sayangnya getaran yang terjadi selalu membawa kerugian bagi mesin-mesin tersebut. Yang pada akhirnya membuat perusahaan pemilik mesin akan mengalami kerugian secara finansial. Bahkan tak jarang kerugian moril juga terjadi. Mesin bensin dua silinder 650 cc dengan sudut engkol 180� adalah mesin bensin empat langkah yang memiliki dua silinder piston untuk melakukan pembakaran. Pembakaran yang terjadi di dalam piston akan menimbulkan gaya eksitasi mesin. Selanjutnya gaya tersebut akan ditransmisikan pada rangkaian connectingrod dan crankshaft. Gaya ini akan menimbulkan getaran pada mount mesin dan kemudian dianalisa menggunakan software Matlab. Analisa dilakukan dengan melaukan variasi pada panjang connectingrod dan putaran mesin. Dari Penelitian ini didapat respon getaran (bouncing dan pithcing) dari mesin bensin dua silinder 650 cc dengan sudut engkol 180� berupa displacement, velocity dan acceleracy yang disebabkan oleh variasi panjang connecting rod dan perubahan putaran mesin. Didapatkan bahwa putaran mesin sebanding dengan besar getaran mesin yang terjadi. Pengaruh panjang connectingrod dapat diabaikan

Sabtu, 27 September 2014

Cara memindahkan file menggunakan jaringan LAN (local area network)

assalamu'alaikum wr.wb
salam sejahtera untuk kita semua, untuk kali ini saya akan membagikan info tentang bagaiman cara kita memindahkan file menggunakan jaringan LAN, kalo kawan ingin tahu mari ikuti saya terus di laman blog ini... ok...!!!!!
langsung saja kita ke tekape !!!!!

Hal pertama yang kita harus lakukan adalah saling menghubungkan komputer yang satu dengan yang lain menggunakan jaringan LAN .
jika sudah terkoneksi lalu kita ke libraries dan di situ kita cari tulisan network jika sudah ada di klik dan kita pilih menu kontrol panel.
kemudian klik tampilan status jaringan dan tugas dan setelah itu klik juga setelan tingkat lanjut.
lalu ubah semua yang ada di menu tampilan kecuali pasword dan kalau sudah perubahannya di simpan.
kemudian rubah IP komputer kawan jika sudah pindahkan file yang ingin di pindahkan
jika semua langkahnya sudah benar kita bisa lihat hasilnya di my komputer.
THE END....
ini sedikit postingan dari saya emang sih banyak kekurangan ...
tapi semoga bermanfaat deh aaaaaaaaammmmmmmiiiiiinnnnnn ^-^

assalamu'alaikum wr.wb

Sabtu, 20 September 2014

ANALISA TERMODINAMIKA PENGARUH ALIRAN MASSA EKSTRAKSI TURBIN UAP UNTUK FEEDWATER HEATERS TERHADAP PERFORMA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP 100 MW

 Created by :
SUBRATA, ARI FADLANSYAH JAYA ( 2109100701 )


SubjectTermodinamika
Turbin uap
Alt. Subject Feed--water heaters
steam turbines
KeywordAliran Massa Ekstraksi Turbin Uap
Feedwater Heaters
Performa Pembangkit

Description:
Salah satu jenis pembangkit yang banyak di gunakan adalah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang bekerja dengan siklus Rankine. Salah satu cara meningkatkan effisiensi dari sebuah PLTU adalah dengan menambahkan feedwater heaters (FWH) kedalam sistem, yang bermaksud meningkatkan temperatur air yang akan dipanaskan didalam boiler, sehingga uap keluaran dari boiler bisa memiliki temperatur yang lebih tinggi dibandingkan tanpa FWH. Energi yang digunakan FWH berasal dari ekstraksi turbin uap, dengan jumlah aliran massa dan tekanan tertentu. Proses ektraksi yang kurang tepat dapat mengakibatkan effisiensi turbin menurun dan dapat mengakibatkan efesiensi pembangkit menurun. Sehingga diperlukan studi lebih lanjut untuk mengetahui komposisi yang tepat pada ekstraksi turbin uap. Penilitian mengenai pengaruh aliran massa dan tekanan ekstraksi turbin uap ini dilakukan dengan perhitungan yang digunakan menggunakan standar ASME PTC 6 untuk Performa Turbin Uap dan ASME PTC 46 untuk performa pembangkit secara keseluruhan. Perhitungan performa pertama dilakukan pada model PLTU 100 MW dengan 2 buah turbin (high pressure dan low pressure) dengan 5 FWH. Aliran massa untuk HPH1 dan HPH2 yang diambilkan dari ekstrasi uap high pressure turbin divariasikan dengan kenaikan 25% untuk HPH2 dan pengurangan 25% untuk HPH1, kemudian dilakukan variasi ekstraksi total turbin uap dari 15% hingga 35 % dengan tetap memvariasikan komposisi HPH2 dan HPH1. Variasi terakhir dilakukan penambahan FWH dari 5 buah menjadi 6 dan 7 FWH. Tiap perubahan variasi dilakukan perhitungan performa pembangkit yang meliputi effisiensi boiler, effisiensi pembangkit serta daya pembangkit (netto). Hasil penelitian yang didapatkan adalah komposisi ekstraksi uap untuk pembangkit listrik tenaga uap 100 MW adalah ketika komposisi HPH1 dan HPH2 adalah 50%-50% dengan total ekstraksi turin uap hanya 20%, penambahan FWH memberikan peningkatan effisiensi boiler namun penurunan pada daya pembangkit dan effisiensi pembangkit, dan perubahan aliran massa ekstraksi turbin uap dapat meningkatkan daya pembangkit hingga 5.32 MW

 

PERANCANGAN DAN UNJUK KERJA ENGINE CONTROL UNIT (ECU) IQUTECHE PADA MOOTOR YAMAHA VIXION 

Created by :
FAHMI, FAIZAL  ( 2108100008 )

Subject
Otomasi
Alt. Subject
Automatic control
Keyword
Engine Control Unit
ECU
iquteche
AFR
dynamometer
Yamaha vixion
Timing advance ignition.

Description:
Motor bakar merupakan salah satu jenis motor torak dengan proses pembakaran berlangsung di dalam silinder (internal combustion) yang saat ini masih banyak digunakan terutama di bidang transportasi. Optimalisasi proses pembakaran mesin dapat membantu penghematan penggunaan bahan bakar. Salah satu usaha untuk mengoptimalisasi mesin adalah menggunakan ECU. ECU (Engine Control Unit) adalah sebuah perangkat elektronik yang berfungsi untuk mengatur operasi dari internal combustion engine. Penelitian ECU iquteche pada mesin Yamaha Vixion ini dilakukan dengan membandingkan unjuk kerja ECU iquteche pada motor yamaha Vixion dengan unjuk kerja ECU standard pada motor yamaha vixion. Pengujian pertama dilakukan menggunakan water break dynamometer untuk memperoleh tenaga maksimum mesin pada tiap tingkatan kecepatan dilakukan pada bukaan katup kupu-kupu penuh (full open throttle) dan pengaturan kecepatan yang diinginkan dilakukan dengan mengatur besarnya beban. Pada setiap perubahan putaran mesin (3000,3500, 4000, 4500, 5000,5500,6000, 6500, dan 7000 rpm) dilakukan pencatatan data dari putaran roller dynamometer yaitu torsi dan rpm. Pengujian kedua dilakukan pada inersia dynamometer untuk memperoleh mapping yang sesuai seperti saat mengendarai kendaraan di jalan. Hasil dari penelitian ini adalah engine control unit dapat bekerja dengan baik, ECU dapat digunakan untuk mengoptimalkan penggunaan bahan bakar mesin Yamaha Vixion. Pengujian mesin Yamaha vixion dengan menggunakan ECU iquteche meningkatkan efisiensi sebesar 11,9%, peningkatan torsi 0,22 N.m, peningkatan daya 0,2 hp, peningkatan bmep 18,3 kpa, dan penurunan sfc 0,025 kg/hp.jam jika dibandingkan pada saat menggunakan ECU standard. Dari hasil pengujian ini maka dapat disimpulkan bahwa dengan proses mapping yang tepat dengan menggunakan ECU iquteche akan meningkatkan efisiensi lebih besar jika dibandingkan menggunakan ECU Standard.


ANALISA PENGARUH PERUBAHAN BENTUK INTAKE MANIFOLD TERHADAP PERFORMANSI MESIN DIESEL

reated by :
SINAGA, DANIEL FRANSISKUS ( 4208100105 )



SubjectTeknik perkapalan
Alt. Subject Internal combustion engines
Keywordmesin diesel
Intake Manifold
turbulensi.

Description:
Berbagai modifikasi pada mesin diesel dewasa ini telah banyak dilakukan. Mesin diesel mengalami pemodifikasian tidak lain adalah untuk meningkatkan unjuk kerja atau performa. Bagian mesin diesel yang paling banyak dimodifikasi adalah Intake Manifold. Pada permukaan dalam intake manifold ditambahkan pelat yang berbentuk ulir. Penambahan ulir akan mengakibatkan meningkatnya turbulensi aliran udara (swirl) yang akan masuk ke dalam ruang bakar. Semakin meningkatnya turbulensi aliran udara yang mengalir ke ruang bakar menghasilkan pencampuran udara dan bahan bakar yang lebih baik sehingga kualitas proses pembakaran akan semakin baik. Hal ini terlihat dari hasil analisa aliran yang dilakukan pada software. Dengan memodifikasi Intake Manifold dapat meningkatkan performa mesin diesel dimana terjadi pengurangan pembentukan jelaga pada gas buang, meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar yang diuji lansung pada mesin diesel. Hasil terbaik dari pengujian diperoleh penggunaan ulir dengan panjang gelombang 100 mm.

Jumat, 19 September 2014

Cara mengubah tata letak suatu blog

  Pertama kita harus masuk ke dalam blog terlebih dahulu, kemudian kita akan berada di dasbor blogger

 
  jika sudah kita cari gambar seperti kertas lalu akan muncul bacaan seperti ikhtisar, pos, laman, komentar, google+, statistik, kampanye, tamplete, dan setelan. kita pilih tata letak setelah itu kita klik setelah di klik akan muncul gambar seperti di bawah ini :



jika sudah kita bisa mengubah tata letak blog kita sesuka hati seprti yang ada di  gambar atas. TERIMA KASIH :-D