Semua Tentang Teknik Mesin
Minggu, 30 November 2014
Jumat, 28 November 2014
EVALUASI POLA FRF PADA RESPON GETARAN BANTALAN GELINDING BARU
resume digilib itb
EVALUATION OF FRF PATTERNS OF VIBRATION RESPONSE AT NEW ROLLING BEARINGUndergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-04-04 14:52:48
Oleh : RIKO MONHENDRI (NIM : 13105134); Pembimbing : Prof. Dr. Ir. Komang Bagiasna, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2009, dengan 8 file
Keyword : Evaluasi Pola FRF, Respon Getaran, Bantalan Gelinding Baru, perawatan prediktif, sinyal getaran, pengukuran FRF, floor noise
Bantalan gelinding adalah bantalan yang umum digunakan pada mesinmesin di industri, Kondisi mesin industri, dapat dipantau menggunakan metode perawatan prediktif berbasis sinyal getaran. Terdapat dua hal penting dalam
metode perawatan ini yaitu, analisis spektrum frekuensi dan trip control yang didasarkan pada RMS yang terukur. Pada banyak pengukuran bantalan, floor noise, memberi sumbangsih pada kenaikan RMS. Floor noise yang terlihat pada kurva spektrum frekuensi pada bantalan gelinding menyerupai pola yang didapatkan dari pengukuran FRF. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pola FRF yang terekam pada respon getaran bantalan gelinding baru.
Pada penelitian ini dilakukan pengukuran FRF pada struktur perangkat uji dan bantalan uji, selanjutnya dilakukan pengukuran spektrum frekuensi pada berbagai putaran dan beban statik. Kedua pengukuran ini dilakukan untuk
mengetahui apakah ada hubungan antara kedua hasil pengukuran tersebut.
Hasil pengukuran spektrum frekuensi menunjukkan adanya pola
menyerupai hasil pengukuran FRF pada floor noise, disebabkan oleh adanya fenomena gesekan gelinding yang membangkitkan sinyal eksitasi yang bersifat random di sepanjang frekuensi span. Semakin besar beban yang diberikan, maka semakin besar juga pola FRF yang terekam pada floor noise, menandakan semakin besar gesekan gelinding yang terjadi. Besarnya gesekan sebanding
dengan gaya normal yang berasal dari pembebanan yang diberikan.
PEMBUATAN PROGRAM PERHITUNGAN BELT CONVEYOR, SCREW CONVEYOR DAN BUCKET CONVEYOR
resume digilib itb
DEVELOPMENT OF BELT CONVEYOR, SCREW CONVEYOR, AND BUCKET CONVEYOR CALCULATION PROGRAMUndergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-04-04 15:16:36
Oleh : BAGUS SUDIRO (NIM : 13105109); Pembimbing Utama : Prof. Dr. Ir. Indra Nurhadi, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2009, dengan 8 file
Keyword : Perhitungan Belt Conveyor, Perhitungan Screw Conveyor, Perhitungan Bucket Conveyor, CEMA
Fakta menyatakan bahwa pengangkutan material berperan penting dalam kemajuan suatu industri seperti halnya industri pupuk NPK. Belt conveyor, screw conveyor, dan bucket conveyor (elevator) merupakan beberapa dari berbagai macam jenis conveyor yang digunakan dalam proses pengangkutan material. Keuntungan dari penggunaan alat-alat ini adalah dapat melakukan proses pengangkutan yang bersifat continuous. Meskipun penggunaan alat-alat ini membuat proses transportasi material dalam industri menjadi lebih efektif dan murah, akan tetapi perancangan alat-alat ini tidak mudah dan membutuhkan banyak waktu, mengingat banyaknya aspek-aspek yang harus dikaji baik dari kondisi yang diminta maupun keadaan dari tempat industri itu
sendiri. Salah satu hal penting yang menjadi pertimbangan dalam menerapkan berbagai macam conveyor tersebut adalah menentukan ukurannya yang sesuai dengan rancangan pabrik.
Dalam Tugas Sarjana ini, dibahas pembuatan program komputer sebagai alat bantu perhitungan untuk merancang berbagai jenis conveyor tersebut berdasarkan standar CEMA. Selain untuk menghitung secara otomatis sesuai dengan instruksi
pengguna program, program komputer ini juga memfasilitasi pengguna dengan basis data yang berisi parameter-parameter yang berguna dalam pengambilan keputusan.
STUDI PENENTUAN REAKTANSUI BOCOR JANGKAR MESIN - SINKRON DENGAN METODA ITERATIF
resume digilib itb
Master Theses from / 2004-11-24 11:11:14Oleh : SYAFRUDDIN H.S, S2 - Electrical Engineering
Dibuat : 1993, dengan 1 file
Keyword : REAKTANSUI BOCOR JANGKAR MESIN - SINKRON
Nomor Panggil (DDC) : T 621. 313 3 SYA
Reaktansi bocor jangkar dart sebuah mesin sinkron memegang peranan yang penting, antara lain dalam menentukan regulasi tegangannya. Pada umumnya penentuan reaktansi bocor jangkar didekati dengan reaktansi Potier yang di ukur pada nilai tegangan nominal. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan suatu metoda baru dalam menentukan reaktansi bocor jangkar mesin sinkron. Dalam metoda yang di jabarkan ini di butuhkan: CD karakteristik tegangan terminal sebagai fungsi dari arus jangkar dengan mesin tidak dibebani dan tidak di eksiIasi (unloaded and unexcited) yang beroperasi sebagai motor, dan (ii) karakteristik sirkit terbuka (tanpa beban) dari mesin. Reaktansi bocor jangkar mesin sinkron diturunkan dart kedua kurva tersebut dengan menggunakan teknik iteratif. Sebagai alat bantu tambahan, maka pemodelan matematis dart kedua kurva didekati dengan menggunakan anaLisis regresi. Sebagai rujukan komparatif , maka nilai-nilai yang diperoleh dengan teknik iteratif tersebut dibandingkan dengan nilai-nilai reaktansi Poti er dari mesin yang di ukur pada bermacam nilai tegangan terminal.
Senin, 17 November 2014
KARAKTERISTIK MOTOR DIESEL PENYEMPROTAN LANGSUNG MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR MINYAK KELAPA (Cocos nucifera)
resume digilib itb
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-03-12 16:00:18Oleh : YUDA HARTANTO (NIM : 131031030); Tim Pembimbing : Dr. Ir. Iman K. Reksowardojo; Dr. Ir. Tirto P. Brodjonegoro; Prof. Wiranto Arismunandar, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2007, dengan 7 file
Keyword : Minyak kelapa, bahan bakar motor, Cocos nucifera, motor diesel
Minyak kelapa merupakan bahan bakar nabati yang dapat digunakan sebagai bahan bakar motor diesel. Bahan bakar nabati merupakan jawaban atas krisis minyak yang terjadi Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh
penggunaan minyak kelapa sebagai bahan bakar motor diesel dibandingkan solar.
Pengujian dilakukan selama 17 jam untuk setiap bahan bakar yang mengacu pada SAE Paper 942010. Pengujian dilakukan menggunakan campuran solar dan 10%-v minyak kelapa, 100% minyak kelapa, dan solar (sebagai pembanding). Hasilnya, terjadi kenaikan BSFC sebesar 28,63% pada penggunaan
minyak kelapa dan 13,13% pada campuran 10% dibandingkan solar. Selain itu, terjadi penurunan efisiensi termal sebesar 19,88% pada penggunaan minyak kelapa dan 9,86% pada campuran 10% dibandingkan solar. Emisi yang dihasilkan
lebih tinggi dari penggunaan solar terutama hidrokarbon tak terbakar dan opacity.
Minyak kelapa menghasilkan sifat pelumasan lebih baik yang dibuktikan dengan rendahnya keausan yang terjadi pada komponen sistem bahan bakar. Deposit pada ruang bakar yang terjadi sedikit lebih rendah dari solar. Pada pengujian campuran 10% dan 100% terjadi penyumbatan penyemprot bahan bakar.
Viskositas yang tinggi dan rendahnya LHV dari minyak kelapa
diperkirakan menjadi penyebab utama turunnya prestasi dan kenaikan emisi pada motor diesel. Selain itu, penyumbatan penyemprot bahan bakar diperkirakan terjadi akibat polimerisasi yang dialami minyak kelapa pada temperatur tinggi.
APENGARUH PERLAKUAN PANAS PADA Al 204.0 TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN LAJU KOROSI DALAM LARUTN 3,5 % NaCl
resume digilib itb
EFFECT OF HEAT TREATMENT OF Al 204.0 TO MECHANICAL AND CORROSION PROPERTIESUndergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-03-17 15:05:17
Oleh : ARIF RAHMAN HAKIM (NIM : 13102121); Pembimbing : Prof. Dr. Ir. Rochim Suratman, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2007, dengan 7 file
Keyword : Al 204.0, Perlakuan panas, korosi.
Al 204.0 merupakan casting aluminum dengan unsur paduan utama yaitu copper, aluminium ini akan digunakan pada 25 part dari panser APC 6x6 buatan PT. Pindad. Sebelum digunakan, aluminium tersebut terlebih dahulu dikenai
proses perlakuan panas agar sifat mekaniknya sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Proses perlakuan panas yang diterapkan pada aluminium untuk meningkatkan sifat mekanik juga akan mempengaruhi energi bebas yang dimiliki oleh aluminium tersebut.
Pada penelitian ini akan dilihat pengaruh perlakuan panas pada Al 204.0 terhadap sifat mekanik dan laju korosinya dalam larutan 3,5 % NaCl. Proses pelakuan panas yang dilakukan berbeda-beda sehingga menghasilkan aluminium
dengan sifat mekanik yang berbeda pula. Pengamatan struktur mikro akan digunakan untuk melihat pengaruh perlakuan panas yang diterapkan terhadap struktur mikro aluminium. Pengujian korosi yang digunakan pada penelitian ini
yaitu metode polarisasi dengan menggunakan potensiostat.
Dari data yang diperoleh, didapatkan bahwa proses perlakuan panas yang dibutuhkan untuk mendapatkan aluminium dengan spesifikasi yang dibutuhkan, yaitu solution + natural aging. Laju korosi akan meningkat seiring dengan
meningkatnya kekerasan dan kekuatan aluminium.
PERANCANGAN PIPELINE DARI RAMBA KE KAJI SEPANJANG 12 KM
resume digilib itb
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-07-14 11:09:07Oleh : BENARA FENDA P. (NIM 13101035); Pembimbing : Prof. Dr. Ir. Indra Nurhadi, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2007, dengan 8 file
Keyword : Pipeline, Ramba, Kaji
Sistem distribusi minyak menggunakan sistem perpipaan atau pipeline dari suatu stasiun ke stasiun lain atau dari suatu daerah ke daerah lain dipandang lebih menguntungkan daripada dengan transportasi darat memakai mobil tangki.
Dalam tugas akhir ini, dibahas rancangan awal sistem perpipaan yang menghubungkan stasiun Ramba milik ConocoPhillips lndonesia lnc. Ltd. ( KM 102) ke stasiun MEDCO Kaji dengan jarak total 12 km. Perancangan ini bertujuan untuk mendapatkan rancangan awal aspek mekanik sistem perpipaan bawah tanah ( buried pipe ) dan analisis untuk verifikasi hasil rancangan awal tersebut berdasarkan kode dan standard yang sesuai. Kode utama yang digunakan dalam perancangan sistem perpipaan untuk transmisi minyak mentah adalah ASME B31.4 Pipeline Transportation System for Liquid Hydrocarbons and Other Liquids. Recommended practice yang digunakan adalah API RP 1102.
Hal-hal yang dilakukan dalam perancangan ini adalah penentuan kedalaman pipa, perhitungan tebal dinding pipa, analisis upheavel buckling, analisis crossing (untuk elemen-elemen pipa yang melewati daerah kritis), analisis gaya aksial pada anchor, analisis gaya apung dan analisis fenomena water hammer.
Perhitungan tebal dinding pipa untuk memilih schedule pipa yang cocok dengan data yang ada dan analisis upheavel buckling menyatakan bahwa semua elemen pipa tidak mengalami buckling. Analisis crossing menunjukkan bahwa bagian pipa yang melewati jalan raya aman dari overstress. Analisis gaya aksial pada anchor menentukan kekuatan minimum yang dimiliki anchor untuk menahan gaya akibat ekspansi termal. Analisis gaya apung menghitung stabilitas pipa dan mendapatkan apakah dengan berat pipa yang telah ada ditambah berat fluida pipa tidak mengapung di daerah lumpur. Analisis fenomena water hammer menentukan besar tegangan yang terjadi akibat water hammer (pada saat penutupan dan pembukaan katup).
Langganan:
Postingan (Atom)
