Minggu, 30 November 2014
Jumat, 28 November 2014
EVALUASI POLA FRF PADA RESPON GETARAN BANTALAN GELINDING BARU
resume digilib itb
EVALUATION OF FRF PATTERNS OF VIBRATION RESPONSE AT NEW ROLLING BEARINGUndergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-04-04 14:52:48
Oleh : RIKO MONHENDRI (NIM : 13105134); Pembimbing : Prof. Dr. Ir. Komang Bagiasna, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2009, dengan 8 file
Keyword : Evaluasi Pola FRF, Respon Getaran, Bantalan Gelinding Baru, perawatan prediktif, sinyal getaran, pengukuran FRF, floor noise
Bantalan gelinding adalah bantalan yang umum digunakan pada mesinmesin di industri, Kondisi mesin industri, dapat dipantau menggunakan metode perawatan prediktif berbasis sinyal getaran. Terdapat dua hal penting dalam
metode perawatan ini yaitu, analisis spektrum frekuensi dan trip control yang didasarkan pada RMS yang terukur. Pada banyak pengukuran bantalan, floor noise, memberi sumbangsih pada kenaikan RMS. Floor noise yang terlihat pada kurva spektrum frekuensi pada bantalan gelinding menyerupai pola yang didapatkan dari pengukuran FRF. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pola FRF yang terekam pada respon getaran bantalan gelinding baru.
Pada penelitian ini dilakukan pengukuran FRF pada struktur perangkat uji dan bantalan uji, selanjutnya dilakukan pengukuran spektrum frekuensi pada berbagai putaran dan beban statik. Kedua pengukuran ini dilakukan untuk
mengetahui apakah ada hubungan antara kedua hasil pengukuran tersebut.
Hasil pengukuran spektrum frekuensi menunjukkan adanya pola
menyerupai hasil pengukuran FRF pada floor noise, disebabkan oleh adanya fenomena gesekan gelinding yang membangkitkan sinyal eksitasi yang bersifat random di sepanjang frekuensi span. Semakin besar beban yang diberikan, maka semakin besar juga pola FRF yang terekam pada floor noise, menandakan semakin besar gesekan gelinding yang terjadi. Besarnya gesekan sebanding
dengan gaya normal yang berasal dari pembebanan yang diberikan.
PEMBUATAN PROGRAM PERHITUNGAN BELT CONVEYOR, SCREW CONVEYOR DAN BUCKET CONVEYOR
resume digilib itb
DEVELOPMENT OF BELT CONVEYOR, SCREW CONVEYOR, AND BUCKET CONVEYOR CALCULATION PROGRAMUndergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-04-04 15:16:36
Oleh : BAGUS SUDIRO (NIM : 13105109); Pembimbing Utama : Prof. Dr. Ir. Indra Nurhadi, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2009, dengan 8 file
Keyword : Perhitungan Belt Conveyor, Perhitungan Screw Conveyor, Perhitungan Bucket Conveyor, CEMA
Fakta menyatakan bahwa pengangkutan material berperan penting dalam kemajuan suatu industri seperti halnya industri pupuk NPK. Belt conveyor, screw conveyor, dan bucket conveyor (elevator) merupakan beberapa dari berbagai macam jenis conveyor yang digunakan dalam proses pengangkutan material. Keuntungan dari penggunaan alat-alat ini adalah dapat melakukan proses pengangkutan yang bersifat continuous. Meskipun penggunaan alat-alat ini membuat proses transportasi material dalam industri menjadi lebih efektif dan murah, akan tetapi perancangan alat-alat ini tidak mudah dan membutuhkan banyak waktu, mengingat banyaknya aspek-aspek yang harus dikaji baik dari kondisi yang diminta maupun keadaan dari tempat industri itu
sendiri. Salah satu hal penting yang menjadi pertimbangan dalam menerapkan berbagai macam conveyor tersebut adalah menentukan ukurannya yang sesuai dengan rancangan pabrik.
Dalam Tugas Sarjana ini, dibahas pembuatan program komputer sebagai alat bantu perhitungan untuk merancang berbagai jenis conveyor tersebut berdasarkan standar CEMA. Selain untuk menghitung secara otomatis sesuai dengan instruksi
pengguna program, program komputer ini juga memfasilitasi pengguna dengan basis data yang berisi parameter-parameter yang berguna dalam pengambilan keputusan.
STUDI PENENTUAN REAKTANSUI BOCOR JANGKAR MESIN - SINKRON DENGAN METODA ITERATIF
resume digilib itb
Master Theses from / 2004-11-24 11:11:14Oleh : SYAFRUDDIN H.S, S2 - Electrical Engineering
Dibuat : 1993, dengan 1 file
Keyword : REAKTANSUI BOCOR JANGKAR MESIN - SINKRON
Nomor Panggil (DDC) : T 621. 313 3 SYA
Reaktansi bocor jangkar dart sebuah mesin sinkron memegang peranan yang penting, antara lain dalam menentukan regulasi tegangannya. Pada umumnya penentuan reaktansi bocor jangkar didekati dengan reaktansi Potier yang di ukur pada nilai tegangan nominal. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan suatu metoda baru dalam menentukan reaktansi bocor jangkar mesin sinkron. Dalam metoda yang di jabarkan ini di butuhkan: CD karakteristik tegangan terminal sebagai fungsi dari arus jangkar dengan mesin tidak dibebani dan tidak di eksiIasi (unloaded and unexcited) yang beroperasi sebagai motor, dan (ii) karakteristik sirkit terbuka (tanpa beban) dari mesin. Reaktansi bocor jangkar mesin sinkron diturunkan dart kedua kurva tersebut dengan menggunakan teknik iteratif. Sebagai alat bantu tambahan, maka pemodelan matematis dart kedua kurva didekati dengan menggunakan anaLisis regresi. Sebagai rujukan komparatif , maka nilai-nilai yang diperoleh dengan teknik iteratif tersebut dibandingkan dengan nilai-nilai reaktansi Poti er dari mesin yang di ukur pada bermacam nilai tegangan terminal.
Senin, 17 November 2014
KARAKTERISTIK MOTOR DIESEL PENYEMPROTAN LANGSUNG MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR MINYAK KELAPA (Cocos nucifera)
resume digilib itb
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-03-12 16:00:18Oleh : YUDA HARTANTO (NIM : 131031030); Tim Pembimbing : Dr. Ir. Iman K. Reksowardojo; Dr. Ir. Tirto P. Brodjonegoro; Prof. Wiranto Arismunandar, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2007, dengan 7 file
Keyword : Minyak kelapa, bahan bakar motor, Cocos nucifera, motor diesel
Minyak kelapa merupakan bahan bakar nabati yang dapat digunakan sebagai bahan bakar motor diesel. Bahan bakar nabati merupakan jawaban atas krisis minyak yang terjadi Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh
penggunaan minyak kelapa sebagai bahan bakar motor diesel dibandingkan solar.
Pengujian dilakukan selama 17 jam untuk setiap bahan bakar yang mengacu pada SAE Paper 942010. Pengujian dilakukan menggunakan campuran solar dan 10%-v minyak kelapa, 100% minyak kelapa, dan solar (sebagai pembanding). Hasilnya, terjadi kenaikan BSFC sebesar 28,63% pada penggunaan
minyak kelapa dan 13,13% pada campuran 10% dibandingkan solar. Selain itu, terjadi penurunan efisiensi termal sebesar 19,88% pada penggunaan minyak kelapa dan 9,86% pada campuran 10% dibandingkan solar. Emisi yang dihasilkan
lebih tinggi dari penggunaan solar terutama hidrokarbon tak terbakar dan opacity.
Minyak kelapa menghasilkan sifat pelumasan lebih baik yang dibuktikan dengan rendahnya keausan yang terjadi pada komponen sistem bahan bakar. Deposit pada ruang bakar yang terjadi sedikit lebih rendah dari solar. Pada pengujian campuran 10% dan 100% terjadi penyumbatan penyemprot bahan bakar.
Viskositas yang tinggi dan rendahnya LHV dari minyak kelapa
diperkirakan menjadi penyebab utama turunnya prestasi dan kenaikan emisi pada motor diesel. Selain itu, penyumbatan penyemprot bahan bakar diperkirakan terjadi akibat polimerisasi yang dialami minyak kelapa pada temperatur tinggi.
APENGARUH PERLAKUAN PANAS PADA Al 204.0 TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN LAJU KOROSI DALAM LARUTN 3,5 % NaCl
resume digilib itb
EFFECT OF HEAT TREATMENT OF Al 204.0 TO MECHANICAL AND CORROSION PROPERTIESUndergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-03-17 15:05:17
Oleh : ARIF RAHMAN HAKIM (NIM : 13102121); Pembimbing : Prof. Dr. Ir. Rochim Suratman, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2007, dengan 7 file
Keyword : Al 204.0, Perlakuan panas, korosi.
Al 204.0 merupakan casting aluminum dengan unsur paduan utama yaitu copper, aluminium ini akan digunakan pada 25 part dari panser APC 6x6 buatan PT. Pindad. Sebelum digunakan, aluminium tersebut terlebih dahulu dikenai
proses perlakuan panas agar sifat mekaniknya sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Proses perlakuan panas yang diterapkan pada aluminium untuk meningkatkan sifat mekanik juga akan mempengaruhi energi bebas yang dimiliki oleh aluminium tersebut.
Pada penelitian ini akan dilihat pengaruh perlakuan panas pada Al 204.0 terhadap sifat mekanik dan laju korosinya dalam larutan 3,5 % NaCl. Proses pelakuan panas yang dilakukan berbeda-beda sehingga menghasilkan aluminium
dengan sifat mekanik yang berbeda pula. Pengamatan struktur mikro akan digunakan untuk melihat pengaruh perlakuan panas yang diterapkan terhadap struktur mikro aluminium. Pengujian korosi yang digunakan pada penelitian ini
yaitu metode polarisasi dengan menggunakan potensiostat.
Dari data yang diperoleh, didapatkan bahwa proses perlakuan panas yang dibutuhkan untuk mendapatkan aluminium dengan spesifikasi yang dibutuhkan, yaitu solution + natural aging. Laju korosi akan meningkat seiring dengan
meningkatnya kekerasan dan kekuatan aluminium.
PERANCANGAN PIPELINE DARI RAMBA KE KAJI SEPANJANG 12 KM
resume digilib itb
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-07-14 11:09:07Oleh : BENARA FENDA P. (NIM 13101035); Pembimbing : Prof. Dr. Ir. Indra Nurhadi, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2007, dengan 8 file
Keyword : Pipeline, Ramba, Kaji
Sistem distribusi minyak menggunakan sistem perpipaan atau pipeline dari suatu stasiun ke stasiun lain atau dari suatu daerah ke daerah lain dipandang lebih menguntungkan daripada dengan transportasi darat memakai mobil tangki.
Dalam tugas akhir ini, dibahas rancangan awal sistem perpipaan yang menghubungkan stasiun Ramba milik ConocoPhillips lndonesia lnc. Ltd. ( KM 102) ke stasiun MEDCO Kaji dengan jarak total 12 km. Perancangan ini bertujuan untuk mendapatkan rancangan awal aspek mekanik sistem perpipaan bawah tanah ( buried pipe ) dan analisis untuk verifikasi hasil rancangan awal tersebut berdasarkan kode dan standard yang sesuai. Kode utama yang digunakan dalam perancangan sistem perpipaan untuk transmisi minyak mentah adalah ASME B31.4 Pipeline Transportation System for Liquid Hydrocarbons and Other Liquids. Recommended practice yang digunakan adalah API RP 1102.
Hal-hal yang dilakukan dalam perancangan ini adalah penentuan kedalaman pipa, perhitungan tebal dinding pipa, analisis upheavel buckling, analisis crossing (untuk elemen-elemen pipa yang melewati daerah kritis), analisis gaya aksial pada anchor, analisis gaya apung dan analisis fenomena water hammer.
Perhitungan tebal dinding pipa untuk memilih schedule pipa yang cocok dengan data yang ada dan analisis upheavel buckling menyatakan bahwa semua elemen pipa tidak mengalami buckling. Analisis crossing menunjukkan bahwa bagian pipa yang melewati jalan raya aman dari overstress. Analisis gaya aksial pada anchor menentukan kekuatan minimum yang dimiliki anchor untuk menahan gaya akibat ekspansi termal. Analisis gaya apung menghitung stabilitas pipa dan mendapatkan apakah dengan berat pipa yang telah ada ditambah berat fluida pipa tidak mengapung di daerah lumpur. Analisis fenomena water hammer menentukan besar tegangan yang terjadi akibat water hammer (pada saat penutupan dan pembukaan katup).
Senin, 10 November 2014
PENGEMBANGAN METODE OPTIMASI INTERVAL PERAWATAN MESIN CFM56-3
resume digilib itb
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-05-19 15:38:16Oleh : PANDU DARMADI (NIM : 131 06 011); Dosen Pembimbing : Dr. Ir. Edy Suwondo dan Dr. Arief Hariyanto, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2010, dengan 7 file
Keyword : GMF, CFM56-3, Optimasi interval perawatan mesin
Metode yang digunakan GMF saat ini belum dapat menentukan biaya dan workscope pada perawatan-perawatan yang akan datang. Agar dapat melakukan penghematan pada shop visit pertama hingga mesin pesawat tersebut tidak digunakan
kembali (scrap) dibutuhkan sebuah metode optimasi penentuan workscope perawatan yang membahas secara menyeluruh. Untuk mengoptimasi yang dapat dilakukan maka dibutuhkan data aktual mengenai biaya perawatan saat ini.
Dalam penelitian ini dilakukan pengembangan metode yang dapat menentukan ruang lingkup pekerjaan pada saat mesin melakukan shop visit untuk mengoptimasikan biaya perawatan per engine flight cycle. Variabel penentu untuk dapat mengoptimasi biaya perawatan yaitu umur sisa Life Limit Part (LLP) yang harus diganti dan Exhaust Gas Temperature (EGT) margin. Metode diuji dengan data lampau dan kemudian
diimplementasi untuk mendapatkan batas sisa umur LLP yang harus diganti agar menghasilkan biaya perawatan mesin yang paling optimum. Pengujian membuktikan bahwa metode yang baru terbukti valid. Untuk mesin dengan thrust rating 20.000 lbs dan 22.000 lbs didapat sisa umur LLP yang harus diganti agar mendapatkan biaya perawatan yang paling optimum adalah LLP dengan sisa umur dibawah 5.000 FC, sedangkan untuk mesin dengan thrust rating 23.500 lbs adalah LLP dengan sisa umur dibawah 1.250 FC. Implementasi ini juga menunjukan bahwa mesin dengan thrust rating 23.500 lbs tidak direkomendasikan untuk digunakan di Indonesia.
PEMODELAN GETARAN DAN TEGANGAN MEKANIK AKIBAT MASSA TAK SEIMBAN
resume digilib itb
MODELING OF VIBRATION AND STRESS DUE TO UNBALANCE MASSUndergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-05-20 09:58:04
Oleh : MAULANA ARIF FATHULLAH (NIM : 13105093); Pembimbing : Prof. Dr. Ir. Zainal Abidin, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2010, dengan 8 file
Keyword : Getaran Mekanik, Tegangan Mekanik, Massa Tak Seimbang, metode elemen hingga, ANSYS Workbench 12.
Getaran merupakan salah satu penyebab kegagalan mesin. Getaran sering disebabkan oleh massa tak seimbang yang berputar. Getaran yang muncul dapat menyebabkan timbulnya tegangan mekanik sehingga memicu terjadinya retak. Oleh
karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan besar getaran dan tegangan mekanik pada suatu struktur sederhana melalui pemodelan beban dinamik akibat massa
tak seimbang yang berputar.
Pada penelitian ini, pemodelan beban dinamik dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak yang berbasis metode elemen hingga dan pemodelan secara manual dengan menerapkan metode analitik. Pada pemodelan yang dilakukan dengan
menggunakan perangkat lunak, model dibangun dengan menggunakan ANSYS Workbench 12. Sementara itu, pada pemodelan analitik, dibangun dua buah model.
Model pertama dibangun dengan menganggap beban dinamik sebagai beban statik dan model kedua dibangun dengan menyederhanakan sistem getaran banyak derajat kebebasan menjadi sistem satu derajat kebebasan. Hasil pemodelan ini kemudian divalidasi dengan hasil pengujian beban dinamik.
Hasil pengujian yang dilakukan menunjukkan bahwa tegangan mekanik umumnya bernilai dominan pada bagian perangkat uji yang mengalami deformasi yang besar. Namun, pada bagian batang yang mengalami deformasi yang kecil karena dekat
dengan tumpuan ataupun node ternyata juga dapat mengalami tegangan mekanik yang besar. Sementara itu, hasil pemodelan yang dilakukan menunjukkan bahwa model yang dibuat dengan menggunakan perangkat lunak hanya dapat memperkirakan tegangan mekanik di sekitar tumpuan jepit. Namun, tegangan mekanik pada bagian yang jauh dari tumpuan jepit tidak dapat diperkirakan dengan baik. Sementara itu, pada
pemodelan analitik, kedua model yang dibuat tidak dapat memperkirakan besar getaran perangkat uji akibat beban dinamik.
KAJIAN TERMODINAMIKA SISTEM PLTP DENGAN EKSPANSI LANGSUNG DAN PEMANFAATAN DUA TINGKAT SIKLUS RANKINE ORGANIK
resume digilib itb
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-05-20 10:36:35Oleh : YANANTA RULAND SINEMBADAN (NIM : 13104122); Pembimbing : Dr.Ir. I Made Astina, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2010, dengan 8 file
Keyword : Termodinamika, PLTP, Ekspansi langsung, Pemanfaatan dua tingkat siklus rankine organik, rankine organik, ORC
Pembangkit listrik panas bumi (PLTP) saat ini sedang dikembangkan dalam program pembangunan pembangkit listrik GWe untuk jangka waktu 10-20 tahun ke depan. Pembangunan pembangkit sebaknya tidak hanya dilakukan dengan mengeksplorasi sumur baru, akan tetapi juga perlu mengembangkan sistem yang lebih efisien, sebagai contohnya adalah pemanfaatan uap sisa dari siklus pembangkit dengan penambahan pembangkit baru berdaya lebih kecil seperti siklus Rankine organik (ORC). Untuk itu, dalam studi ini PLTP Lahendong dipilih sebagai objek studi kasus.
Salah satu unit di PLTP lahendong memiliki temperatur 178 oC, tekanan 0,95 MPa dan kualitas yang domain cair. Pemanfaatan sisa uap pada PLTP tersebut dilakukan dengan penambahan siklus rankine organik dua tingkat. Variasi parameter input disimulasikan untuk mendapatkan kinerja sistem yang lebih baik. Perangkat lunak dikembangkan untuk mempermudah simulasi. Perangkat lunak tersebut didukung dengan database sifat termodinamika yang langsung dihitung dari persamaan tingkat keadaan. Selain itu, validasi juga dilakukan terhadap kondisi sistem sebagai koreksi perhitungan agar menghasilkan data yang sesuai.
Pada simulasi yang telah dilakukan, nilai efisiensi dan data total untuk kondisi seluruh sistem dikaji secara cermat. Kondisi ORC 1 dan ORC 2 ditinjau pada temperatur keluar evaporator masing-masing 145 oC. Selain itu, ORC 1 menggunakan refrigeran butana dan isobutana untuk ORC 2. Daya total seluruh sistem sebesar 20 MW dan mengalami kenaikan 25%. Efisisiensi termal dan eksergi total masing-masing adalah 14,6% dan 40,5%.
Senin, 03 November 2014
PEMBUATAN PROGRAM PERHITUNGAN BELT CONVEYOR, SCREW CONVEYOR DAN BUCKET CONVEYOR
resume digilib itb
DEVELOPMENT OF BELT CONVEYOR, SCREW CONVEYOR, AND BUCKET CONVEYOR CALCULATION PROGRAMUndergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-04-04 15:16:36
Oleh : BAGUS SUDIRO (NIM : 13105109); Pembimbing Utama : Prof. Dr. Ir. Indra Nurhadi, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2009, dengan 8 file
Keyword : Perhitungan Belt Conveyor, Perhitungan Screw Conveyor, Perhitungan Bucket Conveyor, CEMA
Fakta menyatakan bahwa pengangkutan material berperan penting dalam kemajuan suatu industri seperti halnya industri pupuk NPK. Belt conveyor, screw conveyor, dan bucket conveyor (elevator) merupakan beberapa dari berbagai macam jenis conveyor yang digunakan dalam proses pengangkutan material. Keuntungan dari penggunaan alat-alat ini adalah dapat melakukan proses pengangkutan yang bersifat continuous. Meskipun penggunaan alat-alat ini membuat proses transportasi material dalam industri menjadi lebih efektif dan murah, akan tetapi perancangan alat-alat ini tidak mudah dan membutuhkan banyak waktu, mengingat banyaknya aspek-aspek yang harus dikaji baik dari kondisi yang diminta maupun keadaan dari tempat industri itu
sendiri. Salah satu hal penting yang menjadi pertimbangan dalam menerapkan berbagai macam conveyor tersebut adalah menentukan ukurannya yang sesuai dengan rancangan pabrik.
Dalam Tugas Sarjana ini, dibahas pembuatan program komputer sebagai alat bantu perhitungan untuk merancang berbagai jenis conveyor tersebut berdasarkan standar CEMA. Selain untuk menghitung secara otomatis sesuai dengan instruksi
pengguna program, program komputer ini juga memfasilitasi pengguna dengan basis data yang berisi parameter-parameter yang berguna dalam pengambilan keputusan.
PERANCANGAN, PEMBUATAN DAN PENGUJIAN ALAT UJI KARAKTERISTIK SISTEM SALURAN MASUK UDARA PADA MOTOR BAKAR TORAK
resumw digilib itb
DESIGN, MANUFAKTURING, AND TESTING CHARACTERISTIC AIR FLOW IN INTERNAL COMBUSTION ENGINES INTAKE SYSTEM BENCHUndergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-04-04 15:24:19
Oleh : ALFONSUS WIRAHADIKUSUMA MUALIM (NIM : 13105084); Pembimbing Utama : Dr.Arief Hariyanto; Pembimbing Pendamping : Prof. Wiranto Arismunandar, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2009, dengan 7 file
Keyword : motor bakar torak, saluran masuk udara motor, alat uji karakteristik , Silinder head Honda Tiger
Dalam motor bakar torak, terdapat parameter prestasi yang
mengindikasikan efektivitas sistem intake. Parameter ini disebut efisiensi volumetrik. Efektivitas dari suatu sistem saluran berkaitan dengan hambatan terhadap aliran yang ditimbulkan sistem saluran tersebut. Semakin kecil hambatan yang ditimbulkan, maka debit aliran udara yang masuk semakin besar. Dengan demikian, kemungkinan terjadinya
pembakaran sempurna lebih besar. Hal ini akan berdampak pada daya dan emisi yang dihasilkan. Untuk mengoptimalisasi sistem induksi dari suatu mesin, maka diperlukan alat untuk menguji efektivitas dari komponen-komponen sistem induksi tersebut. Proses Perancangan diawali dengan studi literatur, dan dilanjutkan dengan pembuatan skema rancangan. Pengujian dilakukan setelah didapat dimensi tiap komponen. Silinder head Honda Tiger standar dan hasil porting digunakan sebagai silinder uji.
Pada tugas sarjana ini terdapat dua rancangan alat uji, yaitu rancangan awal dan rancangan hasil modifikasi. Dari hasil pengujian menggunakan rancangan awal didapatkan karakteristik koefisien keluaran dari katup silinder uji. Namun demikian, hasil tersebut tidak dapat digunakan untuk membandingkan karakteristik dua silinder uji. Oleh karena itu, dilakukan modifikasi pada rancangan awal, yaitu menambahkan alat ukur orifis. Penambahan alat ukur orifis berhasil digunakan untuk membandingkan karakteristik koefisien keluaran dari dua silinder uji. Silinder head Honda Tiger hasil porting terlihat memiliki kerugian lebih kecil dibandingkan silinder standar terutama pada Lv/D >0,2.
PEMANFAATAN GANDA MESIN PENGKONDISIAN UDARA SEBAGAI POMPA KALOR UNTUK PEMANASAN AIR SKALA RUMAH TANGGA
resume digilib itb
AIR CONDITIONERÂ’S DOUBLE BENEFITS AS HEAT PUMP FOR HOUSEHOLD SCALE WATER HEATERUndergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-04-04 15:39:12
Oleh : ABEDNEGO OSCAR TANUWIJAYA (NIM : 13105075); Pembimbing : Dr. Ir. Abdurachim Halim, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2009, dengan 8 file
Keyword : Ganda Mesin Pengkondisian Udara, Pompa Kalor , Pemanasan Air,
Suatu alat pemanas air berkapasitas 100 L yang didayai dengan panas buang dari mesin pengkondisian udara telah dirancang, dibuat dan diuji. Mesin pengkondisian udara yang digunakan memiliki kapasitas 9000 BTU/h. Pemanasan air
dilakukan dengan menggunakan koil tembaga berdiameter 0.375 in dengan panjang total 15 m yang diletakkan di antara kompresor dan kondensor. Dalam waktu 2 jam 43 menit, air di dalam tangki pemanas air mengalami kenaikkan temperatur dari 24 oC sampai 60 oC di mana keseimbangan temperatur tercapai. Kondensor yang ada tetap difungsikan agar mesin pengkondisian udara dapat tetap bekerja mesin pengkondisian
udara tetap bekerja walaupun temperatur air sudah mendekati temperatur refrijeran. Keuntungan yang diperoleh secara nyata adalah tidak diperlukan biaya tambahan untuk pengoperasiannya selama mesin pengkondisian udara dihidupkan. Potensial untuk penghematan secara nasional sangat besar karena alat ini sangat mudah dibuat dan harganya relative murah dibandingkan harga mesin pengkondisian udara
MENU INSERT
Assalamu’alaikum ….
Kembali lagi di sini sama saya bro akhirya
bias updet lagi ni udah lama ga updet , kali ini saya akan updet tentang apa
saja yang bagian-bagian yang terdapat dalam manu insert, ok langsung saja kita
ke TKP.
Berikut ini adalah bagian-bagian dari menu
insert
1. Cover : Untuk memberi Cover/Sampul pada halaman kerja
2. Blank Page : untuk Membuat halaman baru tanpa menekan enter
3. Page break : untuk Membuat jarak antara halaman satu dengan halaman lainya
4. Table : untuk Menambahkan tabel pada halaman kerja
5. Picture : untuk Menambahkan gambar atau foto pada halaman kerja
6. Clip art : Untuk menambahkan clip art pada halaman kerj
7. Shapes : Untuk menambah bangun geometri pada halaman kerja
8. SmartArt : untuk menampilkan bentuk diagram, struktur, matriks, piramida dan lain-lain.
9. Chart : berguna untuk menyisipkan bentuk grafik
10. Hyperlink :berguna untuk menambahkan link ke sebuah website, sebuah gambar, sebuah alamat email, atau sebuah program.
11. Bookmark : Menyisipkan tanda pada suatu teks, gambar, grafik, dan lainnya ke dalam dokumen
12. Cross-reference: Menyisipkan footnote, caption, cross reference
13. Header : untuk memilih gaya teks yang akan muncul di bagian atas setiap halaman dokumen Anda.
14. Footer : adalah sama dengan Header tetapi akan muncul di bagian bawah setiap halaman dokumen.
15. Page Number : untuk memberikan pilihan menempatkan nomor halaman Anda di bagian atas halaman, bagian bawah halaman, margin halaman, atau posisi saat ini bersama dengan pilihan format dan penghapusan.
Membuat laporan
1.klik sub menu insert – lalu cari tulisan
cover page dan di klik – kemudian bias anda pilih menu cover page
yang anda inginkan.
2.klik blank page – jika sudah kemudian klik header dan pilih
tipenya sesuai yamg anda ingin kan
3.untuk membuat cara tata letak header dan
footernya berada di letak yang berbeda adalah sebagai berikut
-Pertama
kita buat halaman baru terlebih dahulu dengan cara klik blank page
-kedua kita buat headernya terlebih dahulu
dengan tipe yang berlawanan jika sudah ketik teks header halaman ke 2 dengan nama halaman kiri ( Rata
kanan ) dan pada halaman ke 3 dengan nama halaman kanan ( rata kiri ).
-ketiga sekarang kita akan buat footer nya , klik tipe footer
yang kita inginkan jika sudah kemudian klik page number dan klik format
page number untuk mengatur nomer halaman agar dibagian cover page tidak ada
nomer halamannya – centang start art – ketik angka 0 – ok
-keempat klik bagian bwah untuk menulis
nomer dan posisi nomer sesuai dengan keinginan anda namun sebelum itu klik
dahulu page number dan pilih buttem of page
-ke lima untuk membuktikan langkah anda
sudah benar atau tidak silahkan klik blank page kalau benar pasti formatnya
seperti gambar di bawah ini :
Sekian dulu ya postingan saya ya mungkin
msih banyak kurangnya tapi harap maklum saja ya soalnya masih belajar bro…
Yaudah sampai di sisni ajah ya tetap
semangat oooooooookkkkkkk ^_^
Asssalamu’alaikum,,,,,,
Sabtu, 01 November 2014
STUDI METODA TAHANAN JENIS ARUS SEARAH ( DC ) UNTUK EKSPLORASI
HIDROKARBON PADA LAPANGAN X, IRIAN JAYA BARAT
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2012-06-19 15:41:19
Oleh : EKO MARIO C. L. (NIM 123 02 006), S1 - Department of Geophysical Engineering
Dibuat : 2007-06-28, dengan 8 file
Keyword : Kais formation, hydrocarbons, DC.
Kepala Subjek : Earth
Oleh : EKO MARIO C. L. (NIM 123 02 006), S1 - Department of Geophysical Engineering
Dibuat : 2007-06-28, dengan 8 file
Keyword : Kais formation, hydrocarbons, DC.
Kepala Subjek : Earth
Lapangan X merupakan suatu self margin dengan formasi Kais sebagai reservoar hidrokarbon. Survei seismik telah banyak dilakukan sepanjang struktur carbonate-buildup lapangan X hingga Klamumuk, Irian Jaya Barat. Namun survei seismik yang dilakukan belum mampu memberikan gambaran posisi hidrokarbon di dalam buildup tersebut secara tepat. Kondisi lapangan X yang mulai tidak ekonomis membuat perlunya mencari posisi - posisi tertentu di dalam struktur buildup tersebut yang masih menyimpan hidrokarbon.
Sifat listrik suatu batuan sangat bergantung
terhadap fluida pengisi porinya. Adanya perbedaaan sifat kelistrikan yang
berupa tahanan jenis dari suatu perlapisan batuan dapat memberikan informasi
mengenai keadaan bawah permukaan, seperti lithologi maupun fluida pengisi
porinya. Metoda tahanan jenis dengan susunan elektroda Schlumberger digunakan
untuk mencari variasi nilai tahanan jenis pada arah vertikal.
Metoda interpretasi Curve Matching digunakan
untuk memodelkan buildup dari formasi Kais tersebut berdasarkan nilai tahanan
jenisnya, dan Dar - Zarrouk Parameter digunakan untuk mendeteksi kehadiran
anomali positif dari tahanan jenis di dalam buildup yang diinterpretasikan
sebagai hidrokarbon. Dari hasil yang diperoleh diketahui bahwa lapangan X
memiliki porositas dan permeabelitas yang tinggi. Posisi - posisi hidrokarbon
dapat dideteksi kehadirannya di bawah line 08 dan line 1235.
PEMETAAN KONTAMINAN MENGGUNAKAN METODA GEORADAR DAN VERY LOW FREQUENCY
(VLF) DI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR PASIR IMPUN KODYA BANDUNG
Master Theses from #PUBLISHER# / 2004-12-01 23:10:25
Oleh : Lena Sumargana, S2 - Mining Engineering
Dibuat : 2002-05-00, dengan 1 file
Keyword : Mapping, subsurface contaminant geophysics methods, georadar methods, very low frequency
Subjek : Economic geology: Water: Groundwater
Kepala Subjek : Earth sciences
Nomor Panggil (DDC) : T 553.79 SUM
Sumber pengambilan dokumen : Thesis Magister Rekayasa Pertambangan. Bidang Khusus Hidrogeologi (20031743)
Oleh : Lena Sumargana, S2 - Mining Engineering
Dibuat : 2002-05-00, dengan 1 file
Keyword : Mapping, subsurface contaminant geophysics methods, georadar methods, very low frequency
Subjek : Economic geology: Water: Groundwater
Kepala Subjek : Earth sciences
Nomor Panggil (DDC) : T 553.79 SUM
Sumber pengambilan dokumen : Thesis Magister Rekayasa Pertambangan. Bidang Khusus Hidrogeologi (20031743)
Pemetaan penyebaran
kontaminan bawah permukaan dapat menggunakan metoda Geofisika yang tidak
merusak lingkungan. Metoda Georadar menggunakan prinsip perambatan gelombang
elektromagnetik, dilakukan untuk mengetahui kondisi detail bawah permukaan.
Kedalaman penetrasi dan besar amplitudo yang terekan tergantung pada sifat kelistrikan
dari batuan dan frekuensi antena yang digunakan.
Dalam metoda VLF, medan primer yang
dipancarkan dengan frekuensi sangat rendah (15-30 kHz) ketika mengenai benda
konduktif akan membangkitkan medan sekunder, resultan medan primer dan medan
sekunder ini yang diterima oleh alat VLF, dan besarnya resultan ini tergantung
dari medan sekunder. Pada penelitian ini dilakukan identifikasi kontaminan
menggunakan kedua metoda Georadar dan VLF dan membandingkannya dengan hasil
pemetaan hidrogeologi.
Identifikasi adanya pencemaran ditandai dengan
rendahnya reflektansi sinyal radar, rendahnya nilai resistivitas semu dan
meningkatnya harga TDS dan DHLHasil analisa Georadar dan VLF di sekitar TPA
Pasir Impun menunjukkan hasil yang hampir sama dalam identifikasi adanya
kontaminan dengan pemetaan hidrogeologi, dimana kontaminan menyebar kearah
baratdaya-selatan dan tenggara mengikuti arah aliran airtanah bebas.
Langganan:
Postingan (Atom)






