Senin, 27 Oktober 2014

PENGARUH PENGGUNAAN GAS HHO PADA MOTOR BENSIN BERBAHAN BAKAR CAMPURAN PREMIUM 95%DAN BIOETANOL 5% (E5)

resume digilib itb
THE EFFECT OF USING HYDROGEN-OXYGEN GASES ON GASOLINE ENGINE WITH MIXED FUEL PREMIUM 95% AND BIOETHANOL 5% (E5)
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-06-30 11:15:45
Oleh : WINSAR SAHALA PARULIAN (NIM : 13105009); Pembimbing 1 : Dr. Iman K. Reksowardojo; Pembimbing 2 : Athol J. Kilgour B.Ag.Sc; Pembimbing 3 : Prof. Wiranto Arismunandar, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2011, dengan 7 file

Keyword : Gas HHO, Motor Bensin Berbahan Bakar Campuran, motor Bensin Berbahan Bakar Campuran Premium 95% Dan Bioetanol 5% (E5)
Kendaraan bermotor menyumbang peran yang besar yang disebut dengan gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2), metan (CH4), dinitro oksida (N2O), dan CFC. Efek rumah kaca disebabkan oleh emisi dari gas-gas ini yang menyumbang

terhadap fenomena pemanasan global. Etanol adalah bahan bakar nabati yang dikategorikan sebagai bahan bakar yang terbarukan yang tidak berperan dalam pemanasan global. Percobaan sebelumnya menunjukkan bahwa pencampuran etanol

dengan bahan bakar Premium digabungkan dengan gas HHO dalam jumlah kecil mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi.

Pengujian dilakukan dengan menggunakan 4 kombinasi bahan bakar: antara lain Premium, Premium+HHO, E5, dan E5+HHO. Gas HHO diproduksi oleh tabung HHO generator yang disuplai dengan daya 12V yang berasal dari accu. Gas HHO disuplai

ke ruang bakar melalui intake manifold. Hasil pengujian menunjukkan peningkatan daya yang diperoleh dengan

menggunakan E5+HHO dengan rata-rata 0,97% pada beban maksimum. Untuk emisi yang dihasilkan, ditunjukkan penurunan emisi CO dan THC sebesar 18,26% dan 16,74%, dan peningkatan emisi CO2 sebesar 5,51% pada pengujian pada putaran 2500 rpm.

PERANCANGAN, PEMBUATAN DAN ANALISIS STATIK RANGKA UTAMA UNTUK KENDARAAN SHELL ECOMARATHON

resume digilib itb
DESIGN, PRODUCTION AND STATIC ANALYSIS MAINFRAME FOR SHELL ECO-MARATHONĂ‚’S VEHICLE
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-07-02 08:36:51
Oleh : FEDRIAN NURHABIB (NIM : 13106013); Pembimbing Utama Dr. Ir. FX Sangriyadi Setio; Pembimbing Pendamping : Prof. Wiranto Arismunandar, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2011, dengan 7 file

Keyword : Kelangkaan bahan bakar fosil, analisis statistik rangka kendaraan, Shell ecomarathon
Kelangkaan bahan bakar fosil yang saat ini melanda dunia merupakan topik yang menjadi sorotan berbagai negara di dunia. Bahan bakar fosil yang saat ini merupakan salah satu

sumber energi dunia yang banyak dipakai oleh industri ataupun perorangan merupakan komponen penting dari keberlangsungan hidup masyarakat dunia. Oleh karena itu,

berbagai program dan wacana dihadirkan dalam rangka mengurangi pemakaian bahan bakar fosil.

Dalam upaya penghematan penggunaan bahan bakar fosil maka salah satu perusahaan asal Belanda yang bergerak dibidang energi, membuat suatu perlombaan yang bernama Shell Eco-marathon. Pada perlombaan tersebut peserta diharuskan membuat sebuah kendaraan dimana kendaraan tersebut harus menempuh jarak terjauh dengan satu liter bahan bakar. Salah satu bagian utama dari kendaraan tersebut adalah chassis dimana chassis merupakan penompang dasar dari bagian utama lainnya. Salah satu dari komponen chassis adalah rangka utama (mainframe), rangka utama ini merupakan tempat

bertumpunya komponen utama lainnya maupun komponen pendukung dari kendaraan Tujuan dari penulisan penelitian ini adalah mendesain dan menganalisis kondisi secara statik rangka utama dari kendaraan yang akan digunakan tim Cikal Nusantara yang diperlombakan pada ajang Shell Eco-marathon. Analisis yang dilakukan ditujukan untuk mengetahui kondisi rangka utama seperti tegangan dan deformasi yang terjadi, faktor keamanan, dan kelayakan rangka utama setelah diberi pembebanan. Analisis dilakukan dengan perangkat lunak berbasis elemen hingga, yaitu Ansys 12.

KAJI EKSPERIMENTAL KARAKTERISTIK SISTEM PENDINGINAN PASIF DENGAN AIR PADA MODEL SUNGKUP REAKTOR NUKLIR AP1000

resume digilib itb
EKSPERIMENTAL STUDY ON THE CARACTERISTICS OF THE AP1000 NUCLEAR REACTOR PASSIVE CONTAIMENT COOLING SYSTEM BY WATER FILM
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-07-02 09:33:52
Oleh : T. REINHARD. E. E. MANALU (NIM : 13106095); Dosen Pembimbing : Dr. Ir. Ari Darmawan Pasek, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2011, dengan 8 file

Keyword : Sistem Pendinginan Pasif, Eksperimen, Pendinginan, Sungkup, AP1000, Lapisan air, Laminer, Laju alir massa, Fluks panas
Salah satu mekanisme pendinginan sungkup secara pasif yang diaplikasikan pada model sungkup reaktor nuklir PWR generasi baru, seperti AP1000, adalah pendinginan dengan guyuran air yang jatuh akibat gaya gravitasi dan membentuk

lapisan air di permukaan luar dinding sungkup. Karena kinerjanya yang sangat penting bagi aspek keselamatan, karakteristik pendinginan dengan lapisan air tersebut perlu

dikaji, baik melalui kajian eksperimental maupun kajian teoritik. Penelitian ini difokuskan pada kajian eksperimental tentang pengaruh laju alir massa air dan tingkat fluks panas pada dinding sungkup AP1000 terhadap beberapa karakteristik pendinginan dengan lapisan air yang masih bersifat laminer. Pelaksanaan penelitian ini terdiri dari empat tahap yaitu: perancangan sistem guyuran air, perakitan sistem sungkup dan sistem guyuran air, kalibrasi alat ukur dan pengambilan data. Pengambilan data dilakukan pada saat kondisi steady sebelum diguyur dengan air sampai saat kondisi steady setelah diguyur dengan air dengan

memvariasikan laju alir massa air dan tingkat daya pemanas maksimum hingga 5000 W. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperatur dinding sungkup mengalami penurunan yang signifikan setelah diguyur dengan air dan meningkat pada arah lateral pada daerah sektor elips dan daerah silinder. Ketebalan lapisan air berbanding lurus dengan laju alir massanya dan relatif konstan terhadap variasi tingkat fluks panas pada dinding sungkup. Untuk aliran lapisan air yang laminer, koefisien perpindahan panas dari dinding sungkup ke lapisan air curah berbanding terbalik dengan laju alir massa lapisan air karena dengan menebalnya lapisan air akan meningkatkan tahanan termal yang ada. Di sisi lain, koefisien perpindahan panas justru sebanding dengan tingkat daya pemanas pada dinding sungkup karena dengan semakin tingginya tingkat fluks panas maka ketebalan lapisan air akan berkurang sehingga tahanan termalnya juga akan

berkurang. Secara umum, nilai h* yang didapatkan pada penelitian ini memiliki trend grafik yang sama dan terletak dibawah korelasi umum perpindahan panas ke lapisan air

curah yang diusulkan Diah [2] pada penelitian sebelumnya. Software yang digunakan Diah mampu mensimulasikan karakteristik perpindahan panas ke lapisan air curah jika

menggunakan temperatur lingkungan aktual. Pada prinsipnya, untuk aliran lapisan air yang bersifat laminer, dapat dipilih laju alir massa lapisan air yang minimum dalam rangka pertimbangan ekonomis serta untuk meningkatkan koefisien perpindahan panasnya.

Selasa, 21 Oktober 2014



VALIDASI MODEL SIMULATOR COMBAT PESAWAT TEMPUR Su-30MK2 MELALUI REKONSTRUKSI LINTAS TERBANG
VALIDATION OF SIMULATOR COMBAT MODEL OF AIRCRAFT FIGHTER Su-30MK2 THROUGH FLIGHT PATH RECONSTRUCTION

Master Theses from JBPTITBPP / 2014-06-05 09:45:26
Oleh : ISA HIDAYAT (NIM : 23608005); Tim Pembimbing : Dr. Hisar M. Pasaribu; Javensius Sembiring, ST, MT, S2 - Aerospace Engineering
Dibuat : 2011, dengan 8 file

Keyword : Rekonstruksi lintas terbang dan Validasi.
Pada tahun 2010 Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD-ITB) dengan menggunakan dana dari program insentif terapan Kemenristek bidang teknologi pertahanan dan keamanan, mengadakan riset tentang rancang bangun sistem simulator pesawat Su-30MK2 [4]. Rancang bangun sistem simulator combat (SimCombat) ini menggunakan perangkat lunak Flight Simulator yang disebut XPlane.
Berdasarkan kebutuhan ini, maka dilakukan proses validasi dengan merekonstruksi lintas terbang pesawat Su-30MK2. Rekonstruksi lintas terbang dilakukan dengan menggunakan SimCombat Su30. Rekonstruksi dilakukan berdasarkan tiga metode kendali pesawat diantaranya yaitu manual, semi-manual dan otomatis. Input rekonstruksi berupa koordinat dan waktu lintas terbang pesawat yang diperoleh dari Global Positioning System (GPS).
 Sedangkan data variabel terbang yang digunakan untuk memvalidasi output rekonstruksi diperoleh dari sistem data recording pesawat Su-30MK2. Variabel yang digunakan yaitu sikap pesawat (pitching, rolling, dan yawing), defleksi bidang kendali (ailerondan rudder) serta sudut serang pesawat atau angle of attack (AoA). Hasil validasi melalui rekonstruksi lintas terbang menunjukkan bahwa untuk variabel tersebut tingkat korelasi dengan data sesungguhnya tinggi, yaitu rata-rata sebesar 0,896.


PERANCANGAN DAN ANALISIS KEKUATAN STRUKTUR EKOR VERTIKAL PESAWAT TEMPUR MJK MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-06-13 10:11:18
Oleh : ARIEF AFFANDI (NIM : 13607049); Dosen Pembimbing : Dr. Ir. Bambang Kismono Hadi; Dr. Ir. Rais Zain, S1 - Department of Aerospace Engineering
Dibuat : 2011, dengan 9 file

Keyword : Ekor vertikal, fin, gerakan yaw, pesawat, elemen hingga, beban kritis, kekuatan struktur, assymetric engine thrust
Ekor vertikal yang juga disebut fin, diperlukan untuk menghasilkan kestabilan pada pesawat saat pesawat melakukan gerakan yaw. Konstruksi struktur dari ekor vertikal sangat mirip dengan ekor horizontal. Ekor vertikal dapat dibuat sebagai bagian integrasi dari fuselage. Oleh karena pentingnya struktur ekor vertikal ini,
 maka perlu dilakukan perancangan struktur ekor vertikal serta analisis kekuatan struktur ekor vertikal yang telah dirancang terhadap bebanbeban yang bekerja sehingga dapat dihasilkan struktur ekor vertikal yang kuat. Penelitian tugas akhir ini difokuskan pada struktur ekor vertikal pesawat tempur MJK. Perancangan struktur ekor vertikal dilakukan dengan membuat studi perbandingan pada pesawat tempur sejenis kemudian disesuaikan dengan konfigurasi pesawat fighter MJK.
Setelah itu struktur ekor vertikal yang telah didesain diberi kondisi pembebanan yang paling kritis, yaitu pada kondisi assymetric engine thrust dengan thrust maksimum, dan kemudian dianalisis dengan metode elemen hingga struktur ekor vertikal tersebut mampu menahan beban kritis yang diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil beberapa kali iterasi konfigurasi struktur, tegangan maksimum yang terjadi pada desain struktur ekor vertikal masih berada di bawah kekuatan material. Hal ini menunjukkan bahwa struktur ekor vertikal tersebut kuat menahan beban kritis yang dihasilkan oleh mesin pesawat tersebut.


PERANCANGAN DAN ANALISIS STRUKTUR ENGINE MOUNTING PADA PESAWAT TEMPUR GENERASI 4.5 MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA (Studi Kasus: Desain Awal Pesawat Fighter MJK)

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-06-13 10:16:09
Oleh : ARINI SYAHRADZI (NIM : 13607066); Pembimbing : Dr. Ir. Bambang Kismono Hadi; Dr. Ir. Rais Zain, S1 - Department of Aerospace Engineering
Dibuat : 2011, dengan 8 file

Keyword : Engine mounting, beban kritis, tegangan maksimum
Engine mounting adalah struktur pendukung yang terdapat pada pesawat dan berfungsi sebagai tempat instalasi mesin ke bagian-bagian lain pesawat, seperti fuselage dan sayap. Oleh karena pentingnya engine mounting ini, maka perlu dilakukan perancangan struktur engine mounting serta analisis kekuatan engine mounting yang telah dirancang terhadap beban-beban yang bekerja sehingga dapat dihasilkan struktur engine mounting yang kuat. Penelitian tugas akhir ini difokuskan pada struktur engine mounting pesawat tempur Fighter MJK.
            Perancangan struktur engine mounting dilakukan dengan membuat studi perbandingan pada pesawat tempur sejenis kemudian disesuaikan dengan konfigurasi pesawat Fighter MJK. Setelah itu engine mounting yang telah didesain diberikan kondisi pembebanan paling kritis, yaitu kondisi thrust maksimum dan saat pesawat beroperasi dengan load factor +9. Kemudian dilakukan analisis dengan menggunakan metode elemen hingga apakah struktur engine mounting tersebut mampu menahan beban kritis yang diberikan.
 Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari lima iterasi yang dilakukan, diperoleh empat konfigurasi struktur engine mount yang menghasilkan tegangan maksimum yang lebih rendah dibandingkan dengan yield strength material. Hal ini menunjukkan bahwa keempat struktur engine mounting tersebut kuat dalam menahan beban-beban kritis yang bekerja. Kemudian dari empat konfigurasi tersebut dapat ditentukan struktur engine mount yang paling efisien dengan menentukan besarnya safety factor untuk masing-masing konfigurasi struktur engine mounting.

Senin, 20 Oktober 2014

cara maembuat daftar isi

     Di sini saya akan sedikit bercerita mengenai cara membuat daftar isi di dalam makalah menggunakan microsoft word, nah langkah pertama yaitu kita harus membuat terlebih dahulu nama daftar isi yang akan kita buat jika tulisannya ingin anda rubah menjadi  kapital gampang ko tinggal klik aja shift+F3 atau dengan cara memblog kalimatnya lalu klik vcange case lalu pilih uppercase da nada fungsi lainnya.
Jika ingin mengatur line spacing tinggal tekan saja icon seperti gambar di bawah ini:
   

jika kalian ingin membuat angka . klik numbering kemudian multilevelist kemudian atur indent sesuai kebutuhan

klik tab view kemudian dokumen mapuntuk memper mudah memilih kemudian tekan tab references kemudian tekan teble of contens untuk mendisain daftar isi



Sekian dulu ya mungkin hanya ini yang dapat saya kasih .

Terima kasih untuk perhatiannya ^_^

Sabtu, 18 Oktober 2014

STUDI NUMERIK PENGARUH EFEK GRILL TERHADAP KARAKTERISTIK ALIRAN 3 DIMENSI DI SEKITAR MODEL MOBIL LISTRIK EC ITS DENGAN RASIO GROUND CLEARANCE TERHADAP PANJANG MODEL (C/L = 0,03)

RESUME DIGILIB ITS

NUMERICAL STUDY OF 3 DIMENSIONAL FLOW CHARACTERISTICS WITH THE INFLUENCE OF GRILL AROUND EC ITS ELECTRIC CAR WITH GROUND CLEARANCE TO MODEL LENGTH RATIO (C/L = 0.03)

Created by :
KURNIAWAN, ANDRI  ( 2109100008 )



SubjectKendaraan listrik
Alt. Subject Electric vehicles
Electric automobiles
KeywordMobil listrik
EC ITS
Ground clearance
Porous media
Leading edge
Rear end
Blockage effect
Porous jump
Grill
CFD
Pemodelan 2D
Pemodelan 3D

Description:

Mobilitas manusia semakin meningkat seiring dengan berkembangnya zaman sehingga sektor transportasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan. sumber energi sektor transportasi 99% berasal dari minyak bumi yang merupakan sumber daya tidak terbarukan. Penggunaan bahan bakar minyak juga menimbulkan polusi yang cukup besar. Pengguna dan daya yang disediakan oleh Perusahaan Listrik Negara juga semakin meningkat dari tahun ke tahun. Diperlukan alat transportasi yang dapat mengurangi timbulnya masalah-masalah tersebut, dibuatlah mobil listrik. Mobil listrik adalah kendaraan zero emission, sehingga tidak mencemari lingkungan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi konsumsi energi mobil listrik, salah satu faktor yang berpengaruh adalah aerodinamika. Geometri dari grill yang menjorok ke dalam merupakan daerah bertekanan tinggi karena merupakan letak titik stagnasi. Oleh sebab itu perlu dilakukan analisa aliran pada mobil listrik tanpa dan dengan efek grill. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode numerik (CFD) dengan software Ansys Fluent 14 karena metode numerik dapat menampilkan hasil observasi dan visualisasi yang mendetail. Pemilihan kondisi simulasi digunakan model turbulensi k-ε realizable. Rasio ground clearance terhadap panjang model (c/l) 0,03, ReL = 2.81 x 106, boundary condition untuk outlet adalah pressure outlet, inlet adalah velocity inlet sebesar 11,11 m/s, dan grill adalah prorous jump. Dari penelitian ini dapat diketahui karakteristik aliran 3D disekitar bodi Mobil Listrik EC ITS dengan pengaruh rasio ground clerance terhadap panjang model (C/L) 0,03. Dari hasil post processing menunjukan bahwa simulasi dengan menggunakan efek grill memiliki perbedaan dari simulasi tanpa efek grill. Simulasi dengan efek grill memiliki hasil yanglebih riil. Nilai CD dan CL pada simulasi 2D tanpa efek grill adalah 0,2793 dan -0,663 sedangkan untuk simulasi 2D dengan efek grill adalah 0,2420 dan -0,591. Nilai CD simulasi 3D dengan efek grill adalah 0,2738 sedangkan simulasi 3D tanpa efek grill memiliki nilai CD 0,3087. Terjadi selisih sebesar 12,75% pada koefisien drag 3D dari mobil. CL pada simulasi 3D tanpa efek grill lebih kecil, yaitu -0,086 sedangkan pada simulasi tanpa efek grill adalah -0,083.

PENGARUH VARIASI PERBANDINGAN UDARA-BAHAN BAKAR TERHADAP KUALITAS APIPADA GASIFIKASI REAKTOR DOWNDRAFT DENGAN SUPLAI BIOMASSA SERABUT KELAPA SECARA KONTINYU

RESUME DIGILIB ITS

EFFECTS OF AIR FUEL RATIO�S VARIATION TOWARDS FLAME�S QUALITY OF DOWNDRAFT REACTOR GASIFICATION WITH CONTINUOUS BIOMASS SUPPLY OF COCONUT FIBER

Created by :
HADI, SHOLEHUL  ( 2108100701 )



SubjectBiogas
Alt. Subject Biomass gasification
KeywordBiomass
Coconut fiber
Downdraft gasification
Continuous gasification
New alternative energy

Description:

Salah satu bentuk energy alternatif adalah gasifikasi biomassa. Biomas yang digunakan adalah serabut kelapa muda karena jumlahnya melipah dan belum maksimal dimanfaatkan oleh masyarakat. Gasifikasi dari serabut kelapa dijadikan syn gas untuk bahan bakar terbarukan dan dapat diperbaharui. Dengan peralatan reactor gasifikasi dapat dihasilkan (Air Fuel Ratio) terbaik untuk sistem pemasukan serabut kelapa kontinyu 0,5 kg/10 menit , melalui putaran dimmer pada sentrifugal blower diberikan 4 variabel yaitu 5, 7, 9, 10. Dan memvariasikan ukuran serabut kelapa 10-50 mm dan 50-100 mm. Hasil menunjukan untuk: zona pengeringan pada temperatur (T1) sampai 100�C, zona pirolisispada temperatur (T2) sampai 350�C, zona oksidasi parsialpada temperatur (T3) sampai 600�C, zona reduksipada temperatur (T4) sampai 450�C, indikator temperatur synthetic-gas pada temperatur (T5) sampai 120�C dan Kandungan energi terbaik ditinjau dari LHV syn-gas dihasilkan pada variasi AFR 1,06 untuk ukuran serabut kelapa 50-100 mm dengan efisiensireaktorgasifikasi sebesar 69,87 %. Pada variasi AFR tersebut dihasilkan komposisi flammable gas sebagai berikut : CO= 20,8%, H2 = 5,34%, dan CH4 = 4,5%.Untuk variasi ini prosentase kandungan syn-gas dan laju alir massa syn-gas selama proses memiliki komposisi yang tepat sehingga visualisasi nyala api yang dihasilkan terdapat warna biru dengan suhu 3530C.

RESUME DIGILIB ITS

PENGARUH PENAMBAHAN PROSENTASE FRAKSI VOLUME HOLLOW GLASS MICROSPHERE KOMPOSIT HIBRID SANDWICH TERHADAP KARAKTERISTIK TARIK DAN BENDING

EFFECT OF INCREASE PERCENTAGE VOLUME FRACTION OF HOLLOW GLASS MICROSPHERE AGAINST TENSILE AND BENDING CHARACTERISTIC OF HYBRID COMPOSITES SANDWICH

Created by :
PUTRA, SANDY NOVIANDRA  ( 2108100053 )



SubjectKontruksi kaca
Alt. Subject Bending Composite materials
KeywordHybrid sandwich foam composite
Hollow glass microsphere
Hand lay up
Tensile test
Bending test
Micro structure

Description:

Krisis energi adalah salah satu isu yang menjadi perhatian masyarakat baik nasional maupun internasional. Di dalam dunia industri otomotif, penerbangan maupun perkapalan menanggapi isu global tentang krisis energi, maka diproduksi mesin kendaraan dengan efisiensi tinggi (hemat bahan bakar). Salah satu yang perlu dikembangan yaitu body dari material yang ringan (lightweight material). Agar mampu melindungi pengguna kendaraan dari beban yang bekerja pada body kendaraan akibat tabrakan ataupun kecelakaan lainnya, maka sifat mekanik seperti kekuatan tarik (tensile strength) dan kekuatan bending (bend strength) perlu diperhitungkan dalam produksi maupun pemilihan material polimer komposit. Penelitian diawali dengan proses pembuatan komposit hibrida sandwich dengan perbandingan 32% WR-600 (reinforce) banding 68% resin polyester menggunakan metode hand lay up. Polyester Yukalac 157 BTQN-EX (matriks) dituangkan pada cetakan yang divariasikan volume Hollow Glass Microsphere (HGM) yaitu 0%, 10%, 20% dan 30%. Resin polyester diberi 1% katalis MEKPO sebagai hardener. Kemudian 3 lapisan woven roving diletakkan di atasnya dan diberi resin polyester kembali untuk diratakan dengan kuas. 3 lapisan woven rovings selanjutnya diletakkan di atasnya dan diberi resin polyester untuk diratakan kemudian ditutup dengan pemberat selama 24 jam (proses curing). Spesimen dipotong menggunakan gerinda sesuai dengan ASTM D 3039M-02 untuk pengujian tarik dan ASTM 790M-84 untuk pengujian bending. Setelah dilakukan pengujian tarik dan bending, telah didapatkan data-data. Dengan penambahan hollow glass microsphere, maka dapat meningkatkan tegangan dan regangan tarik dari komposit hibrida sandwich. Penambahan hollow glass microsphere sebanyak 30% didapatkan tegangan dan regangan tarik tertinggi sebesar 152,96 MPa dan 3,89%. Pada pengujian bending, penambahan hollow glass microsphere dapat meningkatkan tegangan dan modulus elastisitas bending dari komposit hibrida sandwich. Penambahan hollow glass microsphere sebanyak 30% didapatkan tegangan dan modulus elastisitas bending tertinggi sebesar 448,50 MPa dan 28,17GPa.

Senin, 13 Oktober 2014




RANCANG BANGUN MESIN BUBUT UNTUK REBORING HOLE PIN
CONSTRUCTION OF TURNING MACHINE FOR REBORING HOLE PIN
Description:
Dalam proses perbaikan pada komponen suatu alat, proses pemesinan sangat diperlukan. Salah satu proses pemesinan tersebut adalah proses bubut. Proses bubut berfungsi untuk mengurangi diameter luar. Namun tidak semua benda dapat dibubut dengan menggunakan mesin bubut yang ada. Tugas akhir ini, mengangkat suatu permasalahan yang ada di PT. United Tractors Tbk, tentang benda kerja yang tidak dapat dibubut dengan menggunakan mesin bubut pada umumnya. Sehingga diperlukan alat yang bisa digunakan dalam kondisi tersebut.
 Dalam tugas akhir ini, berisi tentang proses perencanaan dan proses pembuatan dari mesin reboring hole pin. Benda kerja yang dapat dibubut, dibatasi pada hole pin yang terdapat bada bucket, dan memiliki dimensi besar. Mesin ini digunakan untuk memperbesar diameter dari lubang pin yang mengalami keausan dan memiliki bentuk elips. Mesin reboring hole pin ini dibuat secara portabel, dengan dimensi alat yang dapat disesuaikan dengan benda kerja. Dalam pembuatan mesin ini, perlu dilakukan suatu perencanaan, salah satunya adalah dengan membuat desain gambar dari mesin reboring ini. Selain itu dilakukan perhitungan dari komponen-komponen yaitu motor-gearbox sebagai primemover, poros pemegang pahat, poros berulir, bearings, kopling, dan lain-lain.
 Dari hasil perhitungan, kapasitas motor-gearbox yang digunakan sebesar 1 hp dengan putaran 1400 rpm dan gear ratio sebesar 1 : 40. Dalam perancangan/perhitungan alat ini mampu memotong benda kerja dari bahan St 70 dengan kedalaman maksimum 1 mm, sedangkan untuk bahan mild steel alat ini mampu memotong dengan kedalaman maksimum 3 mm. Diameter yang dapat dibubut adalah 50 mm dan maksimum 170 mm.


RANCANG BANGUN MESIN BUBUT UNTUK REBORING HOLE PIN
CONSTRUCTION OF TURNING MACHINE FOR REBORING HOLE PIN
Description:
Dalam proses perbaikan pada komponen suatu alat, proses pemesinan sangat diperlukan. Salah satu proses pemesinan tersebut adalah proses bubut. Proses bubut berfungsi untuk mengurangi diameter luar. Namun tidak semua benda dapat dibubut dengan menggunakan mesin bubut yang ada. Tugas akhir ini, mengangkat suatu permasalahan yang ada di PT. United Tractors Tbk, tentang benda kerja yang tidak dapat dibubut dengan menggunakan mesin bubut pada umumnya. Sehingga diperlukan alat yang bisa digunakan dalam kondisi tersebut.
 Dalam tugas akhir ini, berisi tentang proses perencanaan dan proses pembuatan dari mesin reboring hole pin. Benda kerja yang dapat dibubut, dibatasi pada hole pin yang terdapat bada bucket, dan memiliki dimensi besar. Mesin ini digunakan untuk memperbesar diameter dari lubang pin yang mengalami keausan dan memiliki bentuk elips. Mesin reboring hole pin ini dibuat secara portabel, dengan dimensi alat yang dapat disesuaikan dengan benda kerja. Dalam pembuatan mesin ini, perlu dilakukan suatu perencanaan, salah satunya adalah dengan membuat desain gambar dari mesin reboring ini. Selain itu dilakukan perhitungan dari komponen-komponen yaitu motor-gearbox sebagai primemover, poros pemegang pahat, poros berulir, bearings, kopling, dan lain-lain.
 Dari hasil perhitungan, kapasitas motor-gearbox yang digunakan sebesar 1 hp dengan putaran 1400 rpm dan gear ratio sebesar 1 : 40. Dalam perancangan/perhitungan alat ini mampu memotong benda kerja dari bahan St 70 dengan kedalaman maksimum 1 mm, sedangkan untuk bahan mild steel alat ini mampu memotong dengan kedalaman maksimum 3 mm. Diameter yang dapat dibubut adalah 50 mm dan maksimum 170 mm.