PEMETAAN KONTAMINAN MENGGUNAKAN METODA GEORADAR DAN VERY LOW FREQUENCY
(VLF) DI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR PASIR IMPUN KODYA BANDUNG
Master Theses from #PUBLISHER# / 2004-12-01 23:10:25
Oleh : Lena Sumargana, S2 - Mining Engineering
Dibuat : 2002-05-00, dengan 1 file
Keyword : Mapping, subsurface contaminant geophysics methods, georadar methods, very low frequency
Subjek : Economic geology: Water: Groundwater
Kepala Subjek : Earth sciences
Nomor Panggil (DDC) : T 553.79 SUM
Sumber pengambilan dokumen : Thesis Magister Rekayasa Pertambangan. Bidang Khusus Hidrogeologi (20031743)
Oleh : Lena Sumargana, S2 - Mining Engineering
Dibuat : 2002-05-00, dengan 1 file
Keyword : Mapping, subsurface contaminant geophysics methods, georadar methods, very low frequency
Subjek : Economic geology: Water: Groundwater
Kepala Subjek : Earth sciences
Nomor Panggil (DDC) : T 553.79 SUM
Sumber pengambilan dokumen : Thesis Magister Rekayasa Pertambangan. Bidang Khusus Hidrogeologi (20031743)
Pemetaan penyebaran
kontaminan bawah permukaan dapat menggunakan metoda Geofisika yang tidak
merusak lingkungan. Metoda Georadar menggunakan prinsip perambatan gelombang
elektromagnetik, dilakukan untuk mengetahui kondisi detail bawah permukaan.
Kedalaman penetrasi dan besar amplitudo yang terekan tergantung pada sifat kelistrikan
dari batuan dan frekuensi antena yang digunakan.
Dalam metoda VLF, medan primer yang
dipancarkan dengan frekuensi sangat rendah (15-30 kHz) ketika mengenai benda
konduktif akan membangkitkan medan sekunder, resultan medan primer dan medan
sekunder ini yang diterima oleh alat VLF, dan besarnya resultan ini tergantung
dari medan sekunder. Pada penelitian ini dilakukan identifikasi kontaminan
menggunakan kedua metoda Georadar dan VLF dan membandingkannya dengan hasil
pemetaan hidrogeologi.
Identifikasi adanya pencemaran ditandai dengan
rendahnya reflektansi sinyal radar, rendahnya nilai resistivitas semu dan
meningkatnya harga TDS dan DHLHasil analisa Georadar dan VLF di sekitar TPA
Pasir Impun menunjukkan hasil yang hampir sama dalam identifikasi adanya
kontaminan dengan pemetaan hidrogeologi, dimana kontaminan menyebar kearah
baratdaya-selatan dan tenggara mengikuti arah aliran airtanah bebas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar