Sabtu, 01 November 2014



PEMETAAN KONTAMINAN MENGGUNAKAN METODA GEORADAR DAN VERY LOW FREQUENCY (VLF) DI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR PASIR IMPUN KODYA BANDUNG
Master Theses from #PUBLISHER# / 2004-12-01 23:10:25
Oleh : Lena Sumargana, S2 - Mining Engineering
Dibuat : 2002-05-00, dengan 1 file

Keyword : Mapping, subsurface contaminant geophysics methods, georadar methods, very low frequency
Subjek : Economic geology: Water: Groundwater
Kepala Subjek : Earth sciences
Nomor Panggil (DDC) : T 553.79 SUM
Sumber pengambilan dokumen : Thesis Magister Rekayasa Pertambangan. Bidang Khusus Hidrogeologi (20031743)
Pemetaan penyebaran kontaminan bawah permukaan dapat menggunakan metoda Geofisika yang tidak merusak lingkungan. Metoda Georadar menggunakan prinsip perambatan gelombang elektromagnetik, dilakukan untuk mengetahui kondisi detail bawah permukaan. Kedalaman penetrasi dan besar amplitudo yang terekan tergantung pada sifat kelistrikan dari batuan dan frekuensi antena yang digunakan.
 Dalam metoda VLF, medan primer yang dipancarkan dengan frekuensi sangat rendah (15-30 kHz) ketika mengenai benda konduktif akan membangkitkan medan sekunder, resultan medan primer dan medan sekunder ini yang diterima oleh alat VLF, dan besarnya resultan ini tergantung dari medan sekunder. Pada penelitian ini dilakukan identifikasi kontaminan menggunakan kedua metoda Georadar dan VLF dan membandingkannya dengan hasil pemetaan hidrogeologi.
 Identifikasi adanya pencemaran ditandai dengan rendahnya reflektansi sinyal radar, rendahnya nilai resistivitas semu dan meningkatnya harga TDS dan DHLHasil analisa Georadar dan VLF di sekitar TPA Pasir Impun menunjukkan hasil yang hampir sama dalam identifikasi adanya kontaminan dengan pemetaan hidrogeologi, dimana kontaminan menyebar kearah baratdaya-selatan dan tenggara mengikuti arah aliran airtanah bebas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar