Senin, 17 November 2014

PERANCANGAN PIPELINE DARI RAMBA KE KAJI SEPANJANG 12 KM

resume digilib itb
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-07-14 11:09:07
Oleh : BENARA FENDA P. (NIM 13101035); Pembimbing : Prof. Dr. Ir. Indra Nurhadi, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2007, dengan 8 file

Keyword : Pipeline, Ramba, Kaji
Sistem distribusi minyak menggunakan sistem perpipaan atau pipeline dari suatu stasiun ke stasiun lain atau dari suatu daerah ke daerah lain dipandang lebih menguntungkan daripada dengan transportasi darat memakai mobil tangki.


Dalam tugas akhir ini, dibahas rancangan awal sistem perpipaan yang menghubungkan stasiun Ramba milik ConocoPhillips lndonesia lnc. Ltd. ( KM 102) ke stasiun MEDCO Kaji dengan jarak total 12 km. Perancangan ini bertujuan untuk mendapatkan rancangan awal aspek mekanik sistem perpipaan bawah tanah ( buried pipe ) dan analisis untuk verifikasi hasil rancangan awal tersebut berdasarkan kode dan standard yang sesuai. Kode utama yang digunakan dalam perancangan sistem perpipaan untuk transmisi minyak mentah adalah ASME B31.4 Pipeline Transportation System for Liquid Hydrocarbons and Other Liquids. Recommended practice yang digunakan adalah API RP 1102.


Hal-hal yang dilakukan dalam perancangan ini adalah penentuan kedalaman pipa, perhitungan tebal dinding pipa, analisis upheavel buckling, analisis crossing (untuk elemen-elemen pipa yang melewati daerah kritis), analisis gaya aksial pada anchor, analisis gaya apung dan analisis fenomena water hammer.


Perhitungan tebal dinding pipa untuk memilih schedule pipa yang cocok dengan data yang ada dan analisis upheavel buckling menyatakan bahwa semua elemen pipa tidak mengalami buckling. Analisis crossing menunjukkan bahwa bagian pipa yang melewati jalan raya aman dari overstress. Analisis gaya aksial pada anchor menentukan kekuatan minimum yang dimiliki anchor untuk menahan gaya akibat ekspansi termal. Analisis gaya apung menghitung stabilitas pipa dan mendapatkan apakah dengan berat pipa yang telah ada ditambah berat fluida pipa tidak mengapung di daerah lumpur. Analisis fenomena water hammer menentukan besar tegangan yang terjadi akibat water hammer (pada saat penutupan dan pembukaan katup).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar