PERANCANGAN DAN ANALISIS
STRUKTUR ENGINE MOUNTING PADA PESAWAT TEMPUR GENERASI 4.5 MENGGUNAKAN METODE
ELEMEN HINGGA (Studi Kasus: Desain Awal Pesawat Fighter MJK)
Undergraduate
Theses from JBPTITBPP / 2014-06-13 10:16:09
Oleh : ARINI SYAHRADZI (NIM : 13607066); Pembimbing : Dr. Ir. Bambang Kismono Hadi; Dr. Ir. Rais Zain, S1 - Department of Aerospace Engineering
Dibuat : 2011, dengan 8 file
Keyword : Engine mounting, beban kritis, tegangan maksimum
Oleh : ARINI SYAHRADZI (NIM : 13607066); Pembimbing : Dr. Ir. Bambang Kismono Hadi; Dr. Ir. Rais Zain, S1 - Department of Aerospace Engineering
Dibuat : 2011, dengan 8 file
Keyword : Engine mounting, beban kritis, tegangan maksimum
Engine mounting adalah struktur pendukung yang terdapat
pada pesawat dan berfungsi sebagai tempat instalasi mesin ke bagian-bagian lain
pesawat, seperti fuselage dan sayap. Oleh karena pentingnya engine mounting
ini, maka perlu dilakukan perancangan struktur engine mounting serta analisis
kekuatan engine mounting yang telah dirancang terhadap beban-beban yang bekerja
sehingga dapat dihasilkan struktur engine mounting yang kuat. Penelitian tugas
akhir ini difokuskan pada struktur engine mounting pesawat tempur Fighter MJK.
Perancangan
struktur engine mounting dilakukan dengan membuat studi perbandingan pada pesawat
tempur sejenis kemudian disesuaikan dengan konfigurasi pesawat Fighter MJK.
Setelah itu engine mounting yang telah didesain diberikan kondisi pembebanan
paling kritis, yaitu kondisi thrust maksimum dan saat pesawat beroperasi dengan
load factor +9. Kemudian dilakukan analisis dengan menggunakan metode elemen
hingga apakah struktur engine mounting tersebut mampu menahan beban kritis yang
diberikan.
Hasil penelitian
menunjukkan bahwa dari lima iterasi yang dilakukan, diperoleh empat konfigurasi
struktur engine mount yang menghasilkan tegangan maksimum yang lebih rendah
dibandingkan dengan yield strength material. Hal ini menunjukkan bahwa keempat
struktur engine mounting tersebut kuat dalam menahan beban-beban kritis yang
bekerja. Kemudian dari empat konfigurasi tersebut dapat ditentukan struktur
engine mount yang paling efisien dengan menentukan besarnya safety factor untuk
masing-masing konfigurasi struktur engine mounting.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar